Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Berani Putar Film Homoseksual Tanpa Sensor, Arab Saudi Buat Geger
Advertisement . Scroll to see content

Arab Saudi Rencanakan Ubah Bendera Hijau yang Bertuliskan Kalimat Syahadat

Jum'at, 04 Februari 2022 | 13:48 WIB
  • author Rahman Asmardika
Arab Saudi Rencanakan Ubah Bendera Hijau yang Bertuliskan Kalimat Syahadat
Bendera Arab Saudi warna hijau bertuliskan kalimat syahadat yang menjadi dasar Iman dalam agama Islam dihiasi dengan gambar pedang direncanakan akan diubah. (Foto: Reuters)

Sementara media lokal melaporkan bahwa perubahan yang diusulkan bertujuan untuk mendefinisikan secara lebih jelas penggunaan yang tepat dari lambang negara, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya bendera dan lagu kebangsaan dan melindungi bendera dari pelanggaran atau pengabaian.

Sejak 1973, bendera hijau Saudi telah menampilkan kelimat syahadat Islam dalam kaligrafi Arab putih yang menyatakan: “Tidak ada Tuhan selain Allah; Muhammad adalah utusan Allah.” Di bawah kata-kata itu ada pedang.

Usulan itu muncul di tengah reformasi cepat di Arab Saudi, yang telah mengubah Kerajaan yang dulu ultrakonservatif itu. Dengan dukungan dari ayahnya Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah berusaha untuk mendefinisikan kembali identitas Saudi, menggantikan pan-Islamisme dengan identitas budaya nasional yang tidak semata-mata ditentukan oleh agama.

 

Pekan lalu, polisi Saudi menangkap empat pria Bangladesh karena pelanggaran terhadap bendera Saudi, yang membawa kalimat syahadat Islam, setelah mereka dituduh membuangnya ke tempat sampah.

Saudi Press Agency yang dikelola negara hanya melaporkan bahwa Dewan Syura memilih untuk menyetujui rancangan amandemen dekrit kerajaan berusia hampir 50 tahun yang mengatur bendera. Amandemen tersebut diusulkan oleh anggota dewan Saad al-Otaibi dan dipelajari oleh subkomite sebelum dibahas di antara anggota dewan. 

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut