Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Putin : Tentara Ukraina Hanya Dijadikan Umpan Kekuatan Asing, Tidak Nurut Tembak
Advertisement . Scroll to see content

Akui Saudara, Presiden Prancis Tidak Mau Sebut Militer Rusia Lakukan Genosida

Kamis, 14 April 2022 | 04:25 WIB
  • author Berlianto
Akui Saudara, Presiden Prancis Tidak Mau Sebut Militer Rusia Lakukan Genosida
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk menyebut aksi militer Rusia di Ukraina sebagai tindakkan genosida, (Foto : Bloomberg )

PARIS,iNews.id - Tidak mau mengikuti Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk menyebut aksi militer Rusia di Ukraina sebagai tindakkan genosida.

"Serangan verbal tidak akan membantu perdamaian lebih lanjut di Ukraina," ujar Macron dalam sebuah wawancara dengan televisi France2, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (13/4/2022).

Menurutnya, ia akan berhati-hati dengan istilah seperti itu dan mengatakan bahwa orang-orang Ukraina dan Rusia adalah “saudara.”

Namun pernyataan ini ditolak keras oleh otoritas Ukraina. Institute of National Remembrance Ukraina bahkan membuat beberapa infografis bulan lalu, menjelaskan bahwa orang Ukraina adalah orang Slavia berdarah murni tidak seperti orang Rusia, yang bercampur dengan suku Ugro-Finlandia.

Dalam wawancara tersebut, pemimpin Prancis itu mengatakan bahwa kekerasan yang berlanjut di Ukraina adalah "kegilaan" dan dia percaya bahwa kejahatan perang dilakukan oleh tentara Rusia di sana beserta para pelakunya harus bertanggung jawab.

"Namun, tujuan utamanya adalah mengamankan perdamaian di Ukraina," kata Macron. “Saya tidak yakin bahwa eskalasi retorika mendukung tujuan itu,” tambahnya, merujuk pada pernyataan Biden.

Biden untuk pertama kali menggambarkan invasi Rusia sebagai genosida dalam pidatonya di Iowa pada hari Selasa. Biden juga menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "diktator."

Editor: Muhammad Andi Setiawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut