JAKARTA, Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid, di Jakarta, Selasa (5/9/2023).
"kita juga bicara tentang etos dan nilai yang mengajarkan kita untuk merawat bumi sebagai satu-satunya rumah kita,” sambungnya.
Hilmar, salah seorang perwakilan panitia PKN 2023, menyatakan bahwa acara ini memiliki misi penting, yaitu mengingatkan masyarakat akan peran penting kebudayaan dalam menciptakan masa depan bumi yang berkelanjutan.
"Dalam keanekaragaman budaya kita, terdapat solusi dan inovasi lokal yang bisa kita aplikasikan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan," ucapnya.
Pelaksanaan PKN 2023 terdiri dari tiga fase, yaitu "Rawat," "Panen," dan "Bagi." Fase puncak akan berlangsung sepanjang bulan September hingga Oktober 2023, di mana seluruh hasil karya akan dipamerkan dan dibagikan kepada publik melalui berbagai kegiatan seperti tur, perjamuan, pagelaran, konferensi, lokakarya, dan penerbitan.
Acara puncak PKN 2023, yang terdapat dalam fase "Bagi," akan diselenggarakan pada tanggal 20-29 Oktober 2023. Acara ini akan menampilkan serangkaian pameran dan kegiatan publik, termasuk Pasar Ilmu, Bazaar Barter, dan Festival Layar Tancap.
Editor : Muhammad Andi Setiawan
Artikel Terkait
