Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Harga CPO Merosot, Malaysia Mulai Hentikan Produksi Minyak Dibeberapa Pabrik Sawit
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Sawit Mentah Malaysia Melambung Menyusul Pelarangan Ekspor Oleh Jokowi

Senin, 25 April 2022 | 14:38 WIB
  • author Dinar Fitra Maghiszha
Harga Minyak Sawit Mentah Malaysia Melambung Menyusul Pelarangan Ekspor Oleh Jokowi
Harga minyak mentah Malaysia melambung usai Presiden Jokowi Larang ekspor minyak, (Foto : Setkab)

JAKARTA,iNews.id - Pada Hari ini Senin (25/4/2022) di bursa perdagangan berjangka Malaysia Harga Crude Palm Oil (CPO) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Data Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD) hingga pukul 10:51 WIB, harga CPO kontrak Mei 2022 naik 8,13% di MYR7.430 per ton, CPO Juni 2022 menguat 7,35% di MYR7.112 per ton. Sementara kontrak teraktif di Malaysia yakni CPO Juli 2022 menanjak 5,72% di MYR6.719 per ton.

Kenaikan ini menambah penguatan harga CPO beberapa waktu terakhir, menyusul kabar larangan ekspor yang diumumkan Presiden Indonesia, Joko Widodo, pada Jumat lalu (22/4).

Penghentian pengiriman ekspor akan dimulai dari Kamis depan 28 April 2022, dan akan berlangsung sampai pemerintah menganggap masalah pasokan domestik dapat terselesaikan.

"Penghentian pengiriman minyak goreng dan bahan bakunya, yang banyak digunakan untuk beberapa produk mulai dari kue hingga kosmetik, dapat meningkatkan biaya bagi produsen makanan kemasan secara global," kata Analis Komoditas Phillip Nova, Avtar Sandu, dikutip dari Bloomberg, Senin (25/4).

Langkah Indonesia dinilai dapat merugikan negara lain, kendati memiliki maksud untuk menurunkan harga minyak goreng di dalam negeri. Demikian kata Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani kepada Reuters, Jumat (22/4).

Editor: Muhammad Andi Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut