Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hanya Dapat 22 Suara dalam Pemilihan Ketum PSSI, LaNyalla Kalah Telak dari Erick Thohir
Advertisement . Scroll to see content

Soal Big Data Penundaan Pemilu Luhut, Ketua DPD LaNyalla Sebut Sebuah Kebohongan

Jum'at, 15 April 2022 | 09:32 WIB
  • author Carlos Roy Fajarta
Soal Big Data Penundaan Pemilu Luhut, Ketua DPD LaNyalla Sebut Sebuah Kebohongan
LaNyalla Sebut big data Luhut sebuah kebohongan, (Foto :Carlos Roy Fajarta)

JAKARTA,iNews.id - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyebut bahwa big data yang disampaikan Menko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan dinilai sebagai sebuah kebohongan.

LaNyalla menyampaikan pandangannya tersebut dalam publik ekspos kepada para awak media, di media center Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Lantai 8 Ruang Rapat DPD Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

"Bisa dikatakan bohong itu big data Luhut. Mau dia di-reshuffle itu bukan urusan saya. Saya minta publik jangan takut, jangan mau dipengaruhi berita bohong (soal big data Luhut)," ujar LaNyalla. Ia juga dengan tegas memastikan, dirinya menentang sistem oligraki dan akan fokus memperjuangkan ekonomi kerakyatan.

"Kebijakan ekonomi itu kebijakan negara. Kalau saya berprinsip ekonomi kerakyatan yang gotong-royong bukan ekonomi kapitalis. Kita harus berpihak pada kerakyatan dan bukan pada oligarki kekuasaan," tegas LaNyalla.

LaNyalla secara tegas meminta pemerintah, fokus menyelesaikan masalah-masalah ekonomi dan meminta jajaran pemerintah menghentikan semua pernyataan terkait isu-isu inkonstitusional yang membuat gaduh.

"Kesimpulan yang kita dapat dengan merujuk pada tren dan perkembangan serta dinamika dalam masyarakat melalui analisis big data, DPD RI secara objektif mengingatkan pemerintah agar fokus pada menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi," tambah LaNyalla.

Editor: Muhammad Andi Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut