Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Minta Uang Karena Terlilit Utang, Warga Sri Lanka  Di Luar Negeri Tak Percayai Pemerintah
Advertisement . Scroll to see content

AS Salahkan Agregasi Rusia Ke Ukraina jadi Penyebab Sri Lanka Menjadi Kacau Tak Terkendali

Senin, 11 Juli 2022 | 13:05 WIB
  • author Muhaimin
AS Salahkan Agregasi Rusia Ke Ukraina jadi Penyebab Sri Lanka Menjadi Kacau Tak Terkendali
Kerusuhan dan situasi kacau Sri Lanka Pemerintah AS salahkan Agresi Rusia di Ukraina sebagai penyebabnya, (Foto : REUTERS/Dinuka Liyanawatte )


Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan beberapa negara mencoba menggunakan masalah keamanan pangan dengan cara yang paling buruk dengan menyalahkan Moskow.

Sekadar diketahui, Sri Lanka gagal bayar utang luar negerinya pada Mei untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Penjatahan bahan bakar minyak diperkenalkan awal bulan ini, dan polisi bersenjata serta pasukan telah dikerahkan ke pompa-pompa bensin.

Krisis ini telah dikaitkan dengan pandemi COVID-19, yang membuat negara kepulauan itu kehilangan pendapatan pariwisata yang vital. Peningkatan pengeluaran pemerintah, pemotongan pajak, dan pelonggaran kuantitatif mendorong inflasi ke atas.

Sekitar 100.000 orang diyakini telah mengepung kediaman presiden Sri Lanka di Colombo pada hari Sabtu.

Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe keduanya kemudian mengumumkan pengunduran diri mereka di tengah kerusuhan massal.

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Senin, 11 Juli 2022 - 09:13 WIB oleh Muhaimin dengan judul "Sri Lanka Kacau Balau, AS Salahkan Rusia". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://international.sindonews.com/read/823039/40/sri-lanka-kacau-balau-as-salahkan-rusia-1657505232
 

Editor: Muhammad Andi Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut